Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menggelar kegitan Pembekalan dan Pelepasan Petugas Sarjana Bina Desa dan Da'i ustadz atau Ustadzah, di Balai Agung Serasan Sekundang Muara Enim, Rabu (13/4).
- Desakan Warga Dikabulkan, Izin Dispensasi Angkutan Batubara PT DBU Tak Diperpanjang
- Operasional PT ASL Dihentikan Sementara, Diduga Penyebab Pencemaran Sungai Lubai yang Tewaskan Ribuan Ikan
- Muara Enim Tak Mau 'Instan', Kirim Putra-Putri Asli di STQH ke-28
Baca Juga
Acara tersebut terlaksana melalui program kemitraan yang telah terjalin antara Pemkab Muara Enim dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan dibuka langsung oleh Pj Bupati Muara Enim.
Sebanyak 22 sarjana UIN Raden Fatah Palembang nantinya akan mengabdikan diri di bidang Agama melalui program Sarjana Bina Desa (SBD) Tahun 2022. Selain itu, kegiatan pembekalan diikuti oleh 256 Da'i yang direkrut dari kalangan anak muda dari setiap desa, dengan tujuan mengajarkan ilmu tentang nilai-nilai keislaman bagi kaum milenial di desanya masing-masing.

Pj. Bupati Muara Enim,. H Nasrun Umar menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para Da'i atas niat baik dan tulus untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, dengan membina dan menyebarluaskan pendidikan agama Islam di Bumi Serasan Sekundang ini.
Selain itu, dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada UIN Raden Fatah Palembang yang dalam hal ini dihadiri langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. H Faisal Burlian, SH.,.M.Hum., yang telah mendukung dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Muara Enim yang agamis salahsatunya melalui program sarjana bina desa yang nantinya bertugas selama 12 bulan di 22 kecamatan.
"Saya berpesan kepada para Da'i dan petugas SDB agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan penuh semangat, serta menghimbau untuk melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan unsur pemerintah setempat, baik kepala desa maupun camat" ujarnya.

Nasrun berharap, program ini kedepannya akan menghasilkan anak muda yang berkualitas hususnya di bidang agama, sehingga akan muncul generasi handal yang akan menjadi pemimpin bagi umat nantinya.
"Seluruhnya diberikan insentif, untuk para da'i ustadz atau ustadzah sekitar Rp400 ribu sementara untuk sarjana Bina Desa hari ini senilai Rp2,5 juta" beber Nasrun.

Ketua LP2M UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr. H. Faizal Burlian SH. M. Hum mengatakan, kurang lebih 15 tahun sudah berjalan kerjasama ini, dalam kurun waktu tersebut banyak sekali prestasi yang telah mereka ukir di tempat pengabdian dan kerja mereka yaitu di desa-desa.
"Mencetak Qori dan Qori'ah, membina majlis-majlis, kepengurusan masjid, namun hal tersebut tidak hanya pada bidang keagamaan, namun bidang-bidang lainnya juga" ungkapnya.
Dikatakan Faizal, pihaknya akan berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas "kami selalu optimis kedepannya bisa menjadi satu desa satu sarjana bina desa" tegasnya.
Lanjut Faisal, Pada tahun-tahun mendatang diharapkan kegiatan ini terus berjalan sesuai visi dan misi pemerintah, "UIN Raden Fatah Palembang akan selalu siap membantu dan mendukung program ini" tandasnya. (adv)
- Desakan Warga Dikabulkan, Izin Dispensasi Angkutan Batubara PT DBU Tak Diperpanjang
- Operasional PT ASL Dihentikan Sementara, Diduga Penyebab Pencemaran Sungai Lubai yang Tewaskan Ribuan Ikan
- Bupati Muara Enim Murka, PT ASL Diduga Cemari Sungai Lubai hingga Ribuan Ikan Mati