Pemkab OKU Dorong Petani Budidayakan Kopi Arabika dan Robusta

ilustrasi kopi (istimewa/rmolsumsel.id)
ilustrasi kopi (istimewa/rmolsumsel.id)

Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendorong petani untuk membudidayakan tanaman kopi yang memiliki kualitas ekspor seperti jenis arabika dan robusta.


Kepala Dinas Pertanian OKU, Joni Saihu mengatakan, kopi memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai penghasil devisa dan sumber pendapatan petani karena menjadi salah satu komoditas unggulan di Indonesia.

“Di Kabupaten OKU saat ini ada dua jenis kopi yang berkembang, yaitu arabika dan robusta," katanya, Rabu (9/11).

Dia menjelaskan, kopi arabika asal daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang memiliki karakteristik dan mutu produk yang khas dengan cita rasa tinggi yang telah dipasarkan hingga ke luar Pulau Sumatera.

“Jenis kopi ini sudah dibudidayakan oleh sejumlah kelompok tani di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU seperti Ulu Ogan, Pengandonan, Lengkiti dan Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Untuk total luas tanam perkebunan kopi di OKU ada sekitar 20 ribu hektare," ujarnya

Untuk mendorong petani agar membudidayakan tanam kopi, kata dia, Dinas Pertanian OKU memberikan suport berupa bantuan bibit kopi arabika dan robusta guna dibudidayakan oleh kelompok tani di wilayah OKU.

"Belum lama ini ada 10.000 batang bibit kopi yang kami salurkan kepada kelompok tani Desa Mendingin, Kecamatan Ulu Ogan," terangnya. 

Semua bibit bantuan didatangkan dari Jember, Provinsi Jawa Timur sebagai daerah pembibitan dan penelitian kopi terbaik di Indonesia yang memiliki kualitas baik dan dengan harga jual tinggi.

"Bantuan ini kami berikan berdasarkan usulan kelompok tani di Desa Mendingin yang mereka ajukan pada tahun 2021," ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten OKU yang ingin mendapat bantuan yang sama agar segera mengajukan usulan bantuan untuk direalisasikan pada 2023 mendatang.

"Kami siap memproses usulan petani sehingga kedepannya diharapkan produksi tanaman kopi di OKU dapat meningkat, bahkan diharapkan menjadikan Kabupaten OKU daerah penghasil kopi terbesar di Sumsel hingga hasil produksinya di ekspor ke luar negeri," tandasnya.