Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pemudik di Pelabuhan Bakauheni pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi akhir pekan nanti.
Salah satu langkah yang diambil Pemerintah yakni membuka jalur alternatif penyeberangan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Panjang di Lampung.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyampaikan, informasi terkait penggunaan dan lalu lintas Pelabuhan Panjang sebagai alternatif Pelabuhan Bakauheni perlu diperjelas dan diintegrasikan. Sehingga nanti data dan informasinya hanya satu dan ke depan bisa mempermudah untuk mengambil keputusan lain.
Muhadjir juga meminta Menteri Kesehatan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memberikan pelayanan di sektor kesehatan dan kebutuhan sekunder dari masyarakat terutama di rest area.
“Nanti kalau pada akhirnya rest area digunakan untuk penyangga, agar jangan sampai terjadi lonjakan penumpang yang memenuhi Bakauheni sekaligus, agar mereka mendapatkan pelayanan yang bisa mengalihkan perhatian agar tidak terfokus untuk ingin langsung menyeberang,” kata Muhadjir, Selasa (3/5).
Sebelumnya Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan melakukan suatu pergerakan dari Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Ciwandan pada arus balik untuk mengurangi tekanan di Pelabuhan Merak.
Oleh karena itu secara internal pihaknya sudah membahas hal tersebut dengan Pelindo dan stakeholder di Lampung untuk memastikan Pelabuhan Panjang sebagai alternatif titik kedua apabila terjadi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.
“Tapi kita juga harus memberikan kepastian untuk pemilik bisnis dari Panjang ke Ciwandan. Oleh karenanya kita akan bagi beberapa di Bakauheni dan Panjang. Kita harus membuat proyeksi apple to apple berapa yang akan berangkat. Walaupun jumlahnya tidak besar, paling tidak kita punya ruang,” ujar Menhub.
- Dishub Pagar Alam Catat 13 Ribu Penumpang Berangkat Selama Arus Balik
- Jalintengsum Lancar, Lonjakan Arus Balik Diperkirakan Minggu
- Dishub Sumsel Siagakan 920 Personel Hadapi Puncak Arus Balik