Warga Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul , Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim setiap memasuki 1 Muharram, menggelar pawai obor yang masyarakat Tanjung Enim menyebutnya Pawai Ta'aruf, Selasa (18/7) malam .Acara tersebut berlangsung meriah.
- Kedapatan Pesta Ultah di Masa Pandemi, Mendagri Hongkong Mengundurkan Diri
- Keluarga Kerajaan Belgia Kena Covid-19, Raja dan Ratu Dikarantina
- Lima Staf Keamanan PBB Dibebaskan Setelah Satu Tahun Diculik Militan Yaman
Baca Juga
Selain menyambut tahun baru Islam, pawai obor ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Desa Tegal Rejo yang saat ini memasuki usia ke 97 tahun.
Menurut warga setempat ali yang merupakan seorang pengusaha pemilik homestay mengaku tradisi ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, dia mengaku tidak diingat sejak kapan yang diingat sejak puluhan tahun lalu tradisi ini sudah dijalankan.
Pawai Ta'aruf atau pawai obor tahun ini digelar , Selasa (18/7) malam bertepatan dengan menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H, acara pawai taaruf ini dimulai pada pukul 19.30WIB dan iring-iringan masyarakat peserta pawai selesai pukul 23.00WIB.
Pawai dilepas dari SMP Negeri 2 Lawang Kidul dan berakhir di Balai Desa Tegal Rejo, Panjang lintasan pawai sekitar 4 KM yang diikuti seluruh elemen masyarakat Tanjung Enim, mulai dari siswa sekolah baik SD, SMP dan SMA, kemudian berbagai organisasi masyarakat mulai dari penggerak Dharma Wanita hingga berbagai perkumpulan, seperti pencak silat, reog, majelis taklim dan sebagainya. Peserta pawai ini mencapai 500 orang dan diiringi puluhan mobil hias
Antusias masyarakat sangat luar biasa, masyarakat yang ingin menyaksikan pawai ini tidak hanya dari warga Desa Tegal Rejo, namun hingga masyarakat Muara Enim, dikarenakan pawai ini adalah kegiatan rutin sehingga masyarakat sudah tahu kalau setiap malam 1 Muharam pasti ada pawai, dari pantauan juga terlihat masyarakat sudah menyiapkan kursi-kursi dan tempat-tempat strategis sejak siang hari untuk mendapatkan posisi yang nyaman, segala jenis makan dan minuman juga sudah disiapkan, hal ini juga berdampak bagi para pedagang terutama kuliner, hampir semua dagangan diserbu oleh pembeli.
Keunikan lainnya di pawai obor ini tidak hanya berjalan secara beriringan, namun di beberapa titik secara bergantian para komunitas ini melakukan atraksi, seperti reog dimana setiap beberapa waktu berhenti untuk atraksi singkat sekitar 5 menit, begitupun dari perkumpulan pencak silat, di beberapa titik berhenti melakukan atraksi, ada juga dari majelis taklim mengajak bersholawat.
- Desakan Warga Dikabulkan, Izin Dispensasi Angkutan Batubara PT DBU Tak Diperpanjang
- Presiden Prabowo Tanam Padi Serentak di Sumsel, Dorong Swasembada hingga Jadi Lumbung Pangan Dunia
- Operasional PT ASL Dihentikan Sementara, Diduga Penyebab Pencemaran Sungai Lubai yang Tewaskan Ribuan Ikan