Kejadian naas menimpa seorang mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara) yang diketahui bernama, Ofi Heftianda.
- Dari Seminar Nasional Hingga Bazaar UMKM, Dies Natalis Unbara Berlangsung Semarak
- Perpanjangan Masa Jabatan Teddy Meilwansyah Picu Spekulasi Politik di OKU, Pengamat Sebut Peluang Menang Pilkada Lebih Besar
- Genap 25 Tahun, Unbara Bakal Gelar Reuni Akbar dengan 12 Ribu Alumni
Baca Juga
Bagaimana tidak, Ofi ditembak orang tidak dikenal (OTD) saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karang Endah Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (4/2).
Wakil Rektor I Unbara, Yunizir Djakfar saat dikonfirmasi membenarkan adanya salah satu mahasiswa universitas terbesar di OKU itu ditembak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Yunizir mengatakan korban merupakan mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang sedang melaksanakan KKN di Desa Karang Endah Kecamatan Lengkiti.
Korban, jelas Yunizir, ditembak sekitar pukul 04:00 WIB saat sedang istirahat di Posko penginapan di Desa itu.
“Betul salah satu mahasiswa kita kena tembak pada bagian pantat sebelah kanan. Saat ini korban masih dalam perawatan di Rumah Sakit. Alhamdulillah kondisinya selamat,” Kata Yunizir saat dihubungi Sabtu siang.
Menurut Yunizir, dirinya sudah melakukan kunjungan terhadap korban dan menerima informasi dari korban serta rekan mahasiswa yang lain, kejadiannya begitu cepat.
Saat itu para mahasiswa yang kebetulan ada dua kelompok dengan jumlah 20 orang lokasinya berdekatan sedang istirahat waktu menjelang subuh.
“Saat itu ada suara tembakan sehingga membangunkan semua mahasiswa yang berada disitu,” sambungnya.
Sementara satu mahasiswa sudah kesakitan dan mahasiswa lain melihat ada seorang yang berlari setelah suara ledakan. Mahasiswa yang lain melihat diduga pelaku berlari ke arah hutan dan mencoba mengejar.
“Jadi ada dua kelompok, nah kelompok yang berada sama korban jumlahnya lima orang semua laki-laki ditembaki dan mengenai satu mahasiswa. Mendengar suara ledakan itu pelaku berlari ke arah hutan di sekitar posko,” Kata Yunizir.
Pihak Kampus sambung Yunizir telah mengambil langkah-langkah dengan mendatangi posko dan melakukan rujukan ke rumah sakit terhadap korban.
Saat ini pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke aparat Kepolisian.
“Kami berharap pihak Kepolisian bisa mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Kami percaya kasus ini bisa terungkap,” harap Yunizir.
- KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Pemkab Lamteng di Kasus Suap Proyek di OKU
- Warga OKU Gelar Aksi Unjuk Rasa di Gedung KPK, Minta Kasus OTT Dinas PUPR Diusut Hingga Tuntas
- Bocah SD di OKU Tenggelam saat Mandi di Sungai Wall