Menurut data yang dirilis oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Palembang merilis data Pendapatan Aseli Daerah (PAD) Palembang hingga 21 Maret 2024 dari sektor pajak di kota Palembang baru mencapai Rp 233.232.718.638 atau sekitar 20,17 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.148.527.309.690.
- Cegah Praktik Perdagangan Orang, Imigrasi Palembang Gelar Sosialisasi Pencegahan PMI Menjadi Korban TPPO
- Mendalami Penunjukkan Penjabat Kepala Daerah di Sumsel, Tak Mampu Jalankan Aturan Atau Ikut Diuntungkan? [Bagian Keempat]
- Jabat Pj Wali Kota Palembang, Cheka Akan Lanjutkan Program Damenta
Baca Juga
Kepala Bapenda Palembang, Raimon Lauri AR, menjelaskan bahwa realisasi pajak tertinggi terjadi pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa parkir. Realisasi PBJT tersebut mencapai Rp 4.262.838.994 atau sekitar 47,36 persen dari target tahun 2024 sebesar Rp 9 miliar.
"Namun, realisasi terendah tercatat pada Pajak Bumi Bangunan (PBB), yang baru mencapai Rp 13.795.156.835 atau sekitar 4,93 persen dari target sebesar Rp 280 miliar," ungkap Raimon.
Meskipun demikian, dia meyakini bahwa target tersebut masih dapat tercapai. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan realisasi pajak.
"Kami terus melakukan berbagai upaya, termasuk melakukan sosialisasi kepada wajib pajak agar membayar pajak tepat waktu. Kami mengingatkan agar tidak ada keterlambatan pembayaran, karena akan ada sanksi yang menanti jika masuk jatuh tempo," tambahnya.
Raimon juga menegaskan bahwa setiap pembayaran pajak dari masyarakat merupakan kontribusi langsung terhadap pembangunan kota Palembang.
"Setiap rupiah yang dikeluarkan masyarakat untuk membayar pajak adalah untuk pembangunan kota Palembang. Ini adalah bentuk kontribusi nyata masyarakat terhadap pembangunan daerah," pungkasnya.
- Pasar 16 Ilir dan BKB Akan Ditata Ulang, Pemkot Palembang Siapkan CCTV dan Pos Terpadu
- Wali Kota Palembang Kesal, Jam Mati di Jembatan Ampera Tak Kunjung Diperbaiki
- Wali Kota Ratu Dewa Targetkan Seluruh Aset Pemkot Palembang Bersertifikat