Habib Rizieq Shihab (HRS), hari ini Senin (9/8), seharusnya dapat menghirup udara segar alias bebas dari penjara atas kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung. Namun, kebebasan yang telah ditunggu tersebut tidak bisa terlaksana lantaran dirinya harus menjalani hukuman penjara atas kasus lainnya.
- Pertemuan Elite Gerindra-HRS Dicurigai terkait Pilkada Jakarta
- Habib Rizieq Shihab: Mobil 6 Syuhada Bukti Penting Kebejatan Geng KM50
- Habib Rizieq Shihab Belum Mau Berpolitik Usai Keluar Penjara
Baca Juga
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, saat ini Habib Rizieq masih berada di dalam tahanan Rutan Bareskrim Polri.
"Sampai saat ini HRS masih berada di Rutan Bareskrim,” kata Ahmad Ramadhan kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (9/8).
Ramadhan tidak mau menjelaskan lebih banyak terkait status penahanan Habib Rizieq dan kawan-kawan. Karena menurut dia, hal tersebut bukan lagi ranah dari Polri. “Silakan tanya jaksa, bukan ranah kita,” ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab Ichwan Tuankotta mengatakan, Habib Rizieq tidak jadi bebas hari ini. Hal ini dikarenakan harus menjalani penahanan untuk perkara lain.
Ichwan menjelaskan, masa penahanan Rizieq di kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung memang sudah habis. Hanya, kata Ichwan, Rizieq harus kembali menjalani penahanan selama 30 hari ke depan untuk kasus swab palsu RS Ummi.
“Harusnya memang bebas beliau hari ini. Karena perkara kerumunan Petamburan dan Megamendung Hakim Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dan karena sudah habis masa penahanannya,” kata Ichwan ketika dikonfirmasi.
Untuk kasus kerumunan Petamburan, Habib Rizieq Shihab (HRS) dkk divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Habib Rizieq dkk dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran terkait kerumunan di Petamburan, karena melanggar aturan mengenai pandemi Covid-19 saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya.
Habib Rizieq dinyatakan bersalah melanggar Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal tersebut merupakan dakwaan alternatif ketiga dengan hukuman pidana penjara selama 8 bulan.
- Pertemuan Elite Gerindra-HRS Dicurigai terkait Pilkada Jakarta
- Dimentahkan MA, Terdakwa Kasus Narkoba di Palembang Batal Bebas
- Habib Rizieq Shihab: Mobil 6 Syuhada Bukti Penting Kebejatan Geng KM50