Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumsel, Dodi Reza Alex angkat bicara mengenai bergabungnya Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
- Fenomena Politik Sandera: Cakada Terpilih Diprediksi Tidak akan Lama Menjabat karena Terseret Kasus, Wakilnya Diuntungkan?
- Dari Ijazah Palsu sampai Skandal Plt Bupati, Sengkarut Demokrat Saat Cik Ujang Menjabat
- Sumsel Diyakini Bakal Jadi Lumbung Suara Anies
Baca Juga
Menurutnya, kepindahan tersebut akan menjadi keuntungan bagi Partai Golkar di 2024 mendatang. Bukan tanpa alasan. Pasalnya, Nanan (sapaan akrabnya) dikenal bersahabat baik dengan Dodi.
Selain itu, selama ini Nanan juga merupakan kader terbaik dan salah satu kesayangan dari Alex Noerdin. Sehingga, bukan tidak mungkin duet Dodi – Nanan akan muncul ke permukaan pada Pilgub mendatang.
"Pak Nanan itu teman baik Golkar. Tapi kalau Pak Nanan sekarang bergabung dengan partai lain, mungkin tujuannya nanti mau berpasangan (pada Pilkada) dengan Partai Golkar," kata Dodi saat Muscab DPD II Golkar Ogan Ilir, Minggu (27/6).
Oleh sebab itu, Dodi tidak merasa kehilangan karena menurutnya Partai Golkar memiliki sahabat di manapun. Seperti halnya di tingkat Pusat dimana terjadi hubungan harmonis antara Partai Golkar dan PKB.
"Beliau (Nanan) sekarang dengan partai lain, jadi nilai tambahnya lebih tinggi. Tapi ini tidak menjadikan kita kehilangan sahabat, justru semakin kuat," kata Dodi, mantap.

Duet Dodi-Nanan Bisa Terjadi
Sementara itu, pengamat politik dari Bagindo Political Observer and Consulting (BPOC), Bagindo Togar melihat kemungkinan yang terbuka lebar di Pemilu 2024. Saat ini Nanan menurutnya sudah masuk dalam tokoh yang diperhitungkan di Sumsel.
Nanan, tenar di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM) yang saat ini punya basis massa yang kuat dan patut di perhitungkan di Pemilu Sumsel mendatang. Oleh sebab itulah, tidak hanya Dodi, tetapi Herman Deru atau siapapun yang muncul sebagai calon Gubernur nanti, akan tetap memperhitungkan untuk menggandeng Nanan di Pilgub.
“Apapun makanannya, minumnya tetap teh botol sosro. Nanan sudah punya kekuatan untuk dipilih sebagai calon Wakil Gubernur. Tapi ingat, kalau PKB bagus pada Pileg dan Pilpres yang akan diselenggarakan sebelum Pilkada, bukan tak mungkin Nanan akan maju Sumsel 1,”katanya,
Togar menilai saat ini semua partai besar di daerah sedang menata kekuatan, termasuk melakukan framing di media untuk meraih simpati pemilih. Di Sumsel, pengaruh “king maker” juga masih kentara, sebut saja Alex Noerdin dan Kahar Muzakir yang masih punya pengaruh ketokohan.
Tinggal bagaimana generasi berikutnya atau turunan dari kedua tokoh ini maupun tokoh lain secara nasional untuk berkembang dan mengembangkan diri masuk ke tahap berikutnya dalam percaturan politik dan mengedepankan masyarakat diatas segala-galanya.
- Hasil Rekapitulasi Suara Pilgub, Sebanyak 1,7 Juta Warga Sumsel Golput
- Amplop Politik dan Pilgub Sumsel 2024: Mengungkap Anomali Demokrasi dan Politik Lokal
- Rekapitulasi Suara Pilgub Sumsel Tingkat Provinsi Dijadwalkan 7-9 Desember