Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba dan belasan orang lainnya yang terjaring tangkap tangan diduga tengah melakukan tindak pidana korupsi berupa suap menyuap terkait Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.
- PSN Nikel di Maluku Utara Picu Krisis Lingkungan dan Sosial
- Berkerabat dengan Benny Laos, Sandiaga Uno Kenang Sosok Toleransi
- Cagub Dapat Diganti jika Meninggal Dunia, Begini Aturannya
Baca Juga
Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya berhasil menangkap lebih dari 15 orang saat kegiatan tangkap tangan di Malut dan Jakarta Selatan pada Senin sore (18/12).
"Sejauh ini terkait suap menyuap dalam pengadaan barang dan jasa. Pengadaan di Pemprov Maluku Utara," kata Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/12).
Ali menjelaskan, para pihak yang ditangkap, di antaranya Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba, beberapa pejabat Pemprov Malut, dan pihak swasta.
"Hingga saat ini masih berproses, sehingga jumlah yang ditangkap tentu bisa saja nanti bertambah," pungkas Ali.
- Lebih dari 2 Ribu Unit Kendaraan Listrik Mengaspal di Sumsel
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Stasiun Pengendali Banjir di Sungai Buah Dipercepat
- Bupati Ogan Ilir Ajukan Bangubsus Rp55,5 Miliar, Gubernur Sumsel Soroti Infrastruktur Rawa