Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan perseroan telah memperkirakan kenaikan harga BBM dan komoditas lain, serta peningkatan Fed Fund Rate.
- BTN Klasifikasikan Pengembang ke Empat Kategori untuk Dorong Persaingan Sehat
- Bank BTN-Pemerintah dan BP Tapera Komitmen Wujudkan MBR Miliki Hunian
- Sambut Tahun Baru, BTN Hadirkan 4 Fitur Anyar pada BTN Mobile
Baca Juga
Sebagai antisipasi, ujarnya, Bank BTN telah melakukan efisiensi melalui otomatisasi dan digitalisasi. Dengan implementasi strategi tersebut, pertumbuhan dan arah bisnis perseroan masih sesuai target hingga akhir 2022.
Perseroan, lanjut Setiyo, juga telah melakukan perbaikan proses bisnis dan menerapkan strategi segmentasi konsumen yang lebih baik. “Kami telah melakukan berbagai strategi mitigasi berupa efisiensi dan penyaluran kredit yang prudent sehingga kinerja kami on-track dan sampai akhir tahun tidak ada perubahan Rencana Bisnis Bank [RBB],” jelas Setiyo di Jakarta (8/9).
Strategi lainnya yang juga dilakukan Bank BTN yakni perbaikan sisi Cost of Fund (CoF). “Dalam satu tahun terakhir, Bank BTN telah menurunkan CoF hingga sekitar 120 basis poin sehingga ini memperbaiki penawaran bunga ke nasabah kami,” tutur Setiyo.
Menurut Setiyo, Bank BTN masih optimistis memandang pertumbuhan ekonomi ke depan, terutama di tengah penanganan pandemi yang semakin terkendali. Kebutuhan akan rumah pun masih menunjukkan peningkatan.
“Kami perkirakan dengan ekonomi dan pandemi yang terkendali serta membaik, serta beberapa sektor telah kembali normal, maka kredit akan tetap sesuai target awal akan tumbuh di kisaran 9-10%,” kata Setiyo.
- BTN Klasifikasikan Pengembang ke Empat Kategori untuk Dorong Persaingan Sehat
- Bank BTN-Pemerintah dan BP Tapera Komitmen Wujudkan MBR Miliki Hunian
- Sambut Tahun Baru, BTN Hadirkan 4 Fitur Anyar pada BTN Mobile