Perusahaan eksportir minyak mentah terbesar di dunia, Saudi Aramco, dikabarkan akan mengurangi pasokan minyak jenis Arab Heavy ke pelanggan di Asia pada April 2024 mendatang.
- KAI Divre III Siapkan 32.474 Tiket selama Masa Libur Sekolah
- Raih Laba Miliaran, BPR GS Sumbang PAD Muara Enim Rp211 juta
- PT KAI Tetapkan Aturan Baru Pengembalian Dana Pembatalan Tiket
Baca Juga
Mengutip CNA, Selasa (12/3) informasi itu diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, yang mengatakan bahwa pengurangan pasokan ini terjadi karena adanya kegiatan pemeliharaan di ladang minyak.
Meski demikian, salah satu sumber tersebut menyatakan bahwa Saudi Aramco akan tetap menjaga jumlah pasokan untuk jenis minyak mentah lainnya.
Seperti diketahui, keputusan ini muncul setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) dan sekutunya memutuskan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga kuartal kedua, pada awal bulan Maret 2024.
Saudi Aramco sendiri disebut telah memberi tahu para pelanggannya di Asia mengenai keputusan penurunan pasokan tersebut beberapa hari setelah merek merilis harga jual resmi untuk bulan April.
Dalam pengumuman itu, secara mengejutkan Saudi Aramco juga menaikkan harga untuk jenis minyak yang lebih berat pada bulan April. Sehingga perbedaan harga dengan jenis minyak yang lebih ringan semakin tipis.
Meski begitu, detail terkait jumlah pasokan yang akan dikurangi dan ladang minyak yang akan ditutup untuk pemeliharaan saat ini masih belum jelas. Sebab, Saudi Aramco belum memberikan tanggapan resminya terkait permintaan komentar.
- Prabowo Setuju Cabut Moratorium, Siap Kirim 600.000 PMI ke Arab Saudi
- Ketahuan Overstay di Arab Saudi, 146 WNI Pulang ke Tanah Air
- Mekkah dan Jeddah Tergenang Banjir, Hujan Deras Diperkirakan Terus Berlanjut