Tidak kurang dari 500 hari lagi Indonesia akan menghelat hajatan akbar Pemilu Serentak 2024. Untuk itu, kader-kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) harus merapatkan barisan menguatkan soliditas untuk menghadapi pesta demokrasi lima tahunan itu
- PPP Usung Ganjar, Golkar Klaim KIB Tak Bubar
- Survei LSI: Head to Head, Prabowo Unggul Telak Atas Ganjar
- Sudah Kumpulkan 6.986 Suara, Caleg Partai Nasdem Ini Diprediksi Terpilih Jadi Anggota DPRD Palembang
Baca Juga
Begitu pesan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono saat memberikan kata sambutan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) dan Sekolah Politik DPW PPP se-Kalimantan Barat.
“Dengan waktu yang sekitar 500 hari lagi, para kader di Kalbar bersatu untuk mulai bekerja elektoral. Kita sekarang ini juga bagian dari konsolidasi jelang Pemilu 2024,” ujar Mardiono, di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalbar, Minggu (18/9).
Dikatakan Mardiono, sekolah politik di Kalbar bertujuan untuk pemanasan agar para kader mendapat ilmu dari masing-masing bidang. Hal tersebut juga merupakan bagian dari strategi kemenangan Pemilu 2024.
“Karena PPP merupakan partai yang sudah cukup tua, kita memanaskan kembali. Saya berharap, Kalbar bisa kembali melahirkan tokoh besar yang mengantarkan PPP berjaya seperti mantan Wakil Presiden Hamzah Haz,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP AM Nasir mengatakan, sekolah politik kali ini sangat penting. Menurutnya, para kader yang mengikuti sekolah politik akan mendapat ilmu dari para pengajar yang berasal dari DPW. Kemudian, ilmu tersebut bisa diturunkan hingga tingkat terbawah.
“Para pengajar berasal dari kader DPW yang sudah belajar di tingkat DPP. Sekolah politik ini berguna untuk mengkokohkan persepsi kolektif terhadap PPP, agar menjadi partai yang solid dan tidak mudah terpecah-belah,” demikian Nasir.
- PDIP Sumsel Pecat Ferlan Juliansyah Usai Terjaring OTT KPK di OKU
- Trauma Kalah Pilpres, Ini Kata Cak Imin Soal Putusan MK
- KPU Sumsel Tunggu Keputusan MK untuk Penetapan Paslon Terpilih Pilkada