ini hasil sketsa wajah Jokowi yang dilukis oleh Bened / rmolsumsel
ini hasil sketsa wajah Jokowi yang dilukis oleh Bened / rmolsumsel

. Remaja 14 tahun asal Palembang, yakni Benedict Jefferson Satria yang viral di akun media sosial Twitter karena melukis wajah Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu.

Kenapa ia melukis wajah orang nomor satu di Indonesia.?

Karena, ia ingin bertemu dan bisa bertatap muka secara langsung dengan Presiden RI tersebut.

“Menggambar atau melukis sketsa wajah memang menjadi bakat saya sejak kecil. Mulai dari coret-coret karena lihat tokoh pas nonton film. Makanya saya terua belajar menggambar, tapi sejak Covid-19 ini baru mulai lukis wajah orang,” kata pelajar kelas IX ini, Senin (14/9).

Dari hasil sketsa yang ia buat, terlihat jelas sangat mirip dengan orang aslinya, hingga tampak serupa bahkan terlihat mirip secara detail. Termasuk bagian-bagian kerutan dan bentuk lekuk hidung, alis, mata serta garis muka yang sesuai dengan aslinya. 

Tak hanya wajah Jokowi saja yang ia sketsa, namun ada beberapa wajah lainnya juga, salah satunya pembawa acara berita, yakni Najwa Shihab. 

“Iya, saya juga ingin bertemu dengan Najwa Shihab, kak,” terang dia.

Kali pertama berkarya, Bened memulai gambar tokoh Manga, hasil perdanya yakni Detektif Conan. Ia menuturkan, sketsa animasi serial Jepang tersebut dia gambar pada saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kendati setiap mengikuti lomba dirinya tak pernah menang, pelajar SMP Xaverius Maria Palembang itu pun tak patah semangat. 

“Pernah buat sosok Soekarno (Presiden RI pertama) waktu lomba 17 Agustusan, tapi gak menang. Belum pernah juara kalau ikut lomba,” tutur putra dari pasangan Otong Darma Sholihin dan Erni Yuliana.

Selain tokoh Indonesia, Bened juga berhasil menggambar tokoh luar negeri dan figur pemeran film Hollywood seperti sosok Joker dan terbaru aktor asal Amerika Serikat, Will Smith alias Willard Christopher Smith. Mengisi waktu luang dengan menggambar, kini puluhan karyanya pun tersusun rapi dalam satu album. 

“Sekarang pandemi Covid-19 lebih sering gambar, kalau sudah selesai belajar daring. Karena jadi penghilang bosen juga,” ucapnya.

Makin terasah sejak pandemi Covid-19, anak pertama dari dua bersaudara ini mulai tahu teknik-teknik dasar menggambar sisi wajah seseorang agar terlihat sama seperti orisinal. Hanya menggunakan beragam jenis pensil, ia mampu menyelesaikan satu sketsa paling cepat dua jam dan terlama membutuhkan waktu tiga hari. 

Belajar otodidak tanpa les privat atau sekolah khusus seni, Bened belajar menggambar melalui YouTube dan mendapatkan teori dari membaca buku mengenai teknik membuat sketsa. Serta didukung sang Ayah, Otong Darma Solihin yang ternyata memiliki bakat sama, yakni menggambar dan melukis.

“Gambar pakai pensil 2b, 6b, dan 8b untuk bedain ketebalan (garis) pas gambar detail wajah. Terus ada mono zero (penghapus berbentuk pensil) sama kuas make up, pendukung bentuk struktur wajahnya,” ungkapnya lagi.

Kini, selain terus mengasah keterampilan yang ia punya, Bened sembari mendalami ilmu dasar melukis. Karena kata dia, tidak ada rasa lelah dan bosan ketika menggambar seharian. Justru menggambar menimbulkan rasa kepuasaan dalam diri. 

“Fokus gambar, saya memang lebih suka hitam putih, harapannya ke depan bisa buat galeri sendiri, jadi lukisan dipajang dan lihat semua orang,” harapnya.

Melihat potensi luar biasa dari anaknya, Ibu Bened, Erni Yuliana turut mendukung bakat yang dimiliki sang anak. Erni bahkan berniat menyekolahkan dia ke sekolah tambahan khusus seni dan gambar saat jenjang menengah atas sembari Bened wajib menyelesaikan sekolah formal di SMA. 

“Senang kalau dia punya talenta, apalagi sejak Covid-19 dia mendalami gambar. Rencana saya mau sekolahin SMA Art and Desain, tapi sekolah formal harus tamat. Biar Bened mengembangkan bakatnya,” kata dia. 

Selalu mendukung hal positif yang dilakukan Bened, Erni pun tak segan ikut mencari peralatan yang dibutuhkan anak sulungnya untuk menciptakan karya-karya terbaru. Apapun kondisi yang terjadi, Erni berusaha mencukupi keperluan Bened agar hasil gambaran dia menjadi lebih baik. 

“Dia butuh apa untuk gambar saya cari, saya kasih biar semangat. Karena kalau melukis, Bened milih sendiri tokohnya. Kita orang tua pasti mendukung,” tandas dia.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here