Bantuan untuk Pondok Pesantren (Ponpes) dan Keringanan uang kuliah mahasiswa terdampak Covid-19 sejatinya sudah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur H Herman Deru (HD) pada 7 Agustus 2020. Namun hingga Kamis (3/9/2020) bantuan yang sangat dinantikan tersebut justru terhambat distribusi.

Kondisi ini tak ayal membuat Gubernur menegur jajarannya. Ia lantas mengumpulkan sejumlah staf dan Kepala Dinas terkait, Kamis (3/9/2020) pagi.

” Saya tanya ini sudah tanggal berapa? Hampir sebulan kok bisa belum terdistribusi. Jangan dipersulitlah, inikan sifatnya darurat. Dananya ada, pendistribusian ada dan penerimanya ada. Artinya ini tidak fiktif dan Inikan jelas, kenapa lagi,? tanya HD.

Menurut HD, bantuan tersebut mestinya segera cair agar dapat segera dimanfaatkan mereka yang membutuhkan. Karena itu Iapun meminta jajarannya untuk sesegera mungkin menyelesaikan kendala tersebut.

” Saya minta bantuan Covid untuk Ponpes ini sudah terdistribusi paling lambat hari Rabu depan (9/9/20). Begitu juga bantuan untuk keringanan uang kuliah mahasiswa yang belum tersalur. Kalau tidak sanggup menyelesaikan ini, lebih baik mundur,” ujarnya.

Lebih jauh HD mengatakan, karena sifatnya yang darurat, proses pendistribusian itupun harusnya dapat disederhaanakan. Begitupun untuk Ponpes, HD minta dinas terkait ikut membantu jemput bola, agar Ponpes dapat segera menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan operasional belajar mengajar mereka.

Selain mempercepat distribusi itu, HD juga menginstruksikan Ketua Forpess, Kabiro Kesra dan Kanwil Kemenag untuk kembali melakukan cek dan ricek data penerima bantuan. Ia tak ingin, Ponpes yang memang memiliki kegiatan belajar mengajar tidak dapat bantuan tersebut.

” Jangan sampai yang ada KBM malah tidak dapat tapi yang sudah tutup malah dapat. Itu tugas Forpess. Beri rekomendasi untuk mereka yang benar-benar aktif. Semua harus tepat sasaran, ” tegas HD.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Reza Pahlevi menjelaskan bahwa dari 18.082 mahasiswa/i yang terdata mendapatkan bantuan tersebut sebagian besar sudah dicairkan. Namun karena masih ada beberapa universitas yang mendaftarkan nomor rekening selain BSB maka pencairan belum dapat dilakukan.

” Untuk yang itu (rekening bukan BSB) kota sudah carikan solusi dengan membuat surat pernyataan. Nah untuk bantuan yang mahasiswa luar negeri seperti Mesir dan Sudah kita masih proses by name by address,” ujarnya.

Seperti diketahui sebagai bentuk komitmennya membantu kelangsungan pendidikan mahasiswa Sumsel di masa pandemi Covid-19, Gubernur HD mengguyurkan bantuan. Sebanyak 18.082 mahasiswa/mahasiswi dari 92 PTN/PTS diberikannya bantuan stimulan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing Rp1 juta.

Penyerahan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) kepada mahasiswa kurang mmpu terdampak covid 19 itu diserahkannya secara simbolis berbarengan dengan pemberian bantuan operasional pada ponpes se Sumsel untuk persiapan menuju adaptasi kebiasaan baru di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (7/8/2020).

Selain ribuan mahasiswa tersebut, Gubernur Herman Deru juga memberikan kepeduliannya pada 328 pondok pesantren se Sumsel. Masing-masing Ponpes diberikan bantuan operasional senilai Rp15 juta.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here