Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar ujian penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri pada 14-15 Agustus 2020. Ujian diselenggarakan setelah hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diumumkan.

Ujian jalur mandiri yang dilaksanakan secara daring itu diperuntukkan bagi jenjang sarjana, diploma dan alih jenis.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR Dr Achmad Solihin mengungkapkan, proses seleksi melalui daring itu merupakan hal baru. Masa pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19) membuat Unair menggelar seleksi mandiri secara daring dengan peserta yang mengikuti ujian rumah masing-masing.

“Kali ini, peserta tidak perlu ke kampus. Mereka bisa mengerjakan dari rumah,” ujar Solihin sebagaimana siaran pers Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Solihin, memang ada kendala soal koneksi internet dan beberapa peserta ujian masih bingung dengan sistem baru itu. Namun, prosesnya tetap berjalan baik.

“Alhamdulilah sesi pertama bisa berjalan dengan baik. Hanya terkendala koneksi dan ada beberapa peserta yang masih bingung. Hal itu wajar mengingat ini semua hal yang baru, tetapi secara garis besar semua lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut Solihin memerinci para peserta ujian seleksi mandiri yang berlangsung selama dua hari itu. Perinciannya adalah untuk jenjang sarjana terdapat 7.790 peserta, jenjang vokasi (1.900 peserta) dan jenjang alih jenis (360 peserta).

“Setiap pengawas mengawasi 20 peserta. Tempat pengawas terbagi di empat lokasi yakni di PPMB, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Keperawatan,” tutur Solihin.

Ketua Direktorat Sistem Informasi (DSI) UNAIR Badrus Zaman S.Kom., M.Cs., menambahkan, ujian untuk seleksi mandiri yang berlangsung selama 110 menit itu telah disiapkan dengan sangat baik sejak jauh-jauh hari sebelumnya.

“Karena ini online dan peserta mengerjakan dari rumah masing-masing, maka koneksi yang stabil dan perangkat yang mencukupi sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Badrus menjelaskan, peserta ujian harus menyiapkan dua perangkat, yakni laptop dan ponsel. Menurutnya, peserta ujian tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari negara lain.

“Sebagian besar memang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Namun ada pula yang mengikuti dari luar negeri seperti Amerika, Saudi Arabia, Malaysia, Korea Selatan, Italia, Ukrania, dan banyak lagi,” sebutnya.

UNAIR berencana mengumumkan hasil seleksi mandiri itu pada 21 Agustus 2020. Bagi peserta yang belum berhasil lolos pada jalur ini, UNAIR masih membuka kesempatan bagi peserta untuk melakukan seleksi Jalur Mandiri Kemitraan.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here