rmolsumsel
rmolsumsel

. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD) meminta kepada pengelola pajak daerah di Sumsel untuk tidak berdiam, melainkan harus pro aktif melakukan jemput bola, demi pencapaian target pajak daerah sesuai harapan.

“Saya minta kepada pengelola pajak jangan berdiam diri, harus bersosialisasi dan menjemput bola di lapangan,” kata HD kepada wartawan usai Lauching Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Provinsi Sumsel di Kantor Bersama Samsat Palembang I, Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Sabtu (1/8/2020).

Lebih lanjut Herman Deru menjelaskan, pihaknya sengaja memberikan stimulan pajak kepada masyarakat Sumsel pemilik kendaraan bermotor ini dalam bentuk pembebasan denda PKB dan BBNKB, untuk menyikapi pemulihan ekonomi Sumsel (PES) atau yang secara nasional dikenal dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Saya sebagai Gubernur Sumsel menetapkan, mulai 1 Agustus 2020 ini ada pembebasan denda dan bunga serta BBNKB kendaraan seken, dibuat menjadi nol. Ini semata-mata sebagai upaya pemulihan ekonomi, agar terangsang roda ekonomi untuk dapat berkontribusi,” paparnya pula.

Ditambahkan HD, untuk pembayaran pokok pajak kendaraan yang menunggak lebih dari satu tahun nantinya, akan diberikan diskresi (keputusan/ketetapan) dengan alasan yang jelas bahwa, kendaraanya memang tidak berjalan karena suatu kerusakan, maka akan dikurangi pokok pajaknya. 

“Saya minta kepada masyarakat Sumsel untuk taat membayar pajak, apalagi selama gebyar Agustus di masa pandemi ini, kita berikan kemudahan dalam membayar pajak,” sebut Herman Deru.

Herman Deru mengakui, selama masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, terjadi penurunan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan ini, hingga mencapai 20 persen. Karenanya ia berharap, penurunan itu dapat tertutupi dengan kebijakan stimulan ini

“Ini sebagai stimulan, dari 1- 31 Agustus, jika responnya baik akan kita perpanjang. Kepolisian dan Jasa Raharja kita butuh bantuannya, karena ini kerja ekstra,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here