Djoko Tjandra sempat menjadi buronan selama 11 tahun. Ia telah tinggal di berbagai negara, bahkan sudah mendapat kewarganegaraan Papua Nugini. Akhirnya dia tertangkap pada Kamis (30/7/2020).

Ya. Pelarian Djoko Tjandra telah berakhir dengan penangkapan dirinya. Penangkapan itu berdasarkan kerja sama antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDM), atau police to police.

Djoko Tjandra diketahui tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur setelah diterbangkan dari Malaysia ke Indonesia dengan pesawat khusus. Penangkapan buronan kelas kakap tersebut dipimpin langsung oleh Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Begitu tiba di Halim, Djoko Tjandra dikawal oleh sejumlah petugas dari kepolisian. Baca Juga: Komjen Listyo: Penangkapan Djoko Tjandra Atas Perintah Presiden Jokowi pada Kapolri.

Dia memakai baju tahanan berwarna oranye, masker warna putih, dan tangannya terlihat diborgol. Setelah itu, Djoko Tjandra langsung dibawa ke Bareskrim Mabes Polri dengan pengawalan ketat.

Saat ditangkap, seperti dilansir JPNN.com, Djoko Tjandra sedang berada di sebuah unit apartemen mewah, Avare Condominium, di Kuala Lumpur.

Unit apartemen nomor 20-A tersebut terletak di jantung Kota Kuala Lumpur, tepatnya dekat Menara Kembar atau Twin Tower Petronas. Dalam apartemen tersebut, tampak beberapa perabot mewah mengisi ruangan yang cukup luas.

Dikutip dari situs iProperty.com.my, kisaran harga satu unit apartemen di Avare Condominium ialah RM 2,6-8,1 juta atau sekitar Rp 8,9-28 miliar (Rp 3.460/Ringgit Malaysia).

Masih berdasarkan informasi dari situs tersebut, apartemen mewah itu memiliki beberapa jenis dengan luas yang beragam sekitar 353-706 meter persegi. [ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here