Jelang perayaan Idul Adha 1441H, masyarakat Indonesia dapat surprise dari Bareskrim Polri. Sebab Tim Khusus Bareskrim berhasil menangkap buronan selama 11 tahun yaitu Djoko Sugiarto Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (30/7/2020).

Djoko Tjandra yang dijuluki Joker itu merupakan buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali. Dia buron setelah melarikan diri ke Papua Nugini pada tahun 2009.

Menanggapi antusiaseme publik, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa penangkapan Djoko Tjandra bukanlah hal istimewa. Sebab rencana penangkapan sudah dirancang sejak 20 Juli.

Selain dia sendiri, pihak yang tahu skenario ini yakni Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Saya tidak kaget ya karena operasi ini dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu itu kita mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum, untuk membuat rencana-rencana penangkapan,” kata Mahfud kepada wartawan tadi malam.

Dikatakan Mahfud, sebelum rapat yang kala itu dijadwalkan pukul 17.30 WIB. Pada siang harinya sekitar pukul 11.30 WIB Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo datang menemuinya.

“Kabareskrim datang ke kantor saya melapor polisi siap melakukan langkah-langkah dan sudah punya skenario yang harus dirahasiakan, sehingga yang tahu pada waktu itu menurut Kabareskrim, hanya Kapolri, Presiden dan Menko Polhukam, dan malam itu juga Kabareskrim berangkat ke Malaysia tanggal 20 itu,” jelasnya.

Mahfud memastikan dirinya sudah mengetahui detail skenario itu. Maka, sejak itu lah dia tidak mengumbar terkait teknis penangkapan, dan meyakini bahwa Djoko Tjandra akan segera ditangkap.

“Saya diberitahu skenarionya apa yang dilakukan, ketemu siapa dan sebagainya, saya yakin bahwa itu akan berhasil maka saya sejak tanggal 20 itu lebih banyak menghindar bicara soal teknis penangkapan Djoko Tjandra meskipun media selalu bertanya,” pungkasnya.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here