rmolsumsel
rmolsumsel

. Demi menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini, pemerintah setempat menyiagakan 9 helikopter water boombing.

Karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel pun optimistis mampu menekan karhutla.

Pasalnya, disaat anomali cuaca yang memasuki musim kemarau nanti, Pemprov Sumsel dan pihak terkait lainnya sudah melakukan upaya antisipasi pencegahan.

“Masyarakat Sumsel juga saya ajak untuk ikut terlibat langsung dalam antisipasi karhutla ini. Kita akan bentuk Satgas khusus yang SK-nya segera saya tandatangani. Kita tetap berdoa tahun ini meskipun sudah masuk musim kemarau namun karhutla tidak terjadi. Apalagi cuaca tetap bersahabat hujan masih turun di Sumsel,” kata Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kamis (30/7/2020).

Ia menambahkan, peran serta  masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla di Sumsel ini. Dengan demikian seluruh pihak satuan tugas termasuk  didalamnya kolaboratif antar unsur POLRI/TNI, serta pemerintah daerah.

“Dengan melihat 9 water bombing yang siaga dengan 8 unit kapasitas 4 ton berasal dari Rusia dan 1 unit kapasitas 5 ton berasal dari negara Amerika yang besar sekali. Dan satu pesawat patroli dan satu pesawat cesna, begitu lengkapnya peralatan dengan pembiayaan yang dibilang hampir unlimited. Kita satgas kolaboratif unsur TNI/Polri serta pemerintah daerah tetap saja yang paling penting adalah peran masyarakat,” paparnya pula.

Ia menyebut, tahun ini satuan tugas sudah melakukan water boombing sabanyak 600 kali yang dinilainya, sangat berpengaruh terhadap potensi karhutla di Sumsel hingga saat ini.

“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, jangan biarkan sekecil apapun api terjadi,” imbuhnya.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengungkapkan, di Sumsel ada 1,4 juta hektare lahan gambut yang berpotensi terbakar, dan tersebar di 10 kabupaten/kota di Sumsel yang rawan kebakaran lahan, yakni Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyusin, PALI, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), OKU Timur, Muratara, Musi Rawas, dan Muaraenim. 

“Saya berharap seluruh masyarakat Sumsel dapat memberikan informasi titik api guna mencegah karhutla. Jadi ini perlu kewaspadaan dan informasi dari masyarakat bahwa para pekerja di udara, darat, bahkan kelompok- kelompok masyarakat tentu berharap agar masyarakat ini memberikan informasi titik api guna mencegah terjadinya kebakaran lahan,” harapnya.

Dengan peralatan lengkap dan pembiayaan sudah sangat siap, dirinya menuturkan, bahwa Badan Pengkajian dan Penerapat Teknologi ( BPPT) siap untuk melakukan hujan buatan. Dengan menggunakan standard Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU).

“Kita menggunakan standar ISPU yang sampai sekarang Alhamdulillah ditahun 2020 ini normal. Jadi ukurannya itu bukan kabutnya dan ada standard penerbangan, sampai sekarang belum ada satupun pesawat yang delay dikarenakan kabut asap,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here