ilustrasi
ilustrasi

. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di prediksi akan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, mengingat sampai hari ini jumlah kasus virus corona baru alias Covid-19 belum menunjukan tanda-tanda penurunan.

Demikian yang disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Mujiyono, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menyebutkan, selain gencarnya testing yang dilakukan pemerintah daerah, lalainya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan turut menjadi faktor melonjaknya kasus Corona di Ibukota.

“Jadi banyak yang sudah mulai lalai dalam menerapkan kedisiplinan. Bingung juga ya, masyarakat kita memang kebiasaan melawan aturan,” ujarnya pada Kamis (30/7).

Dalam rangka memastikan protokol dijalankan, Mujiyono pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta bersama aparat keamanan dapat lebih tegas dalam menindak pelanggar.

“Kalau efek jera dapat diciptakan, disiplin masyarakat pasti akan lebih baik,” tegasnya.

Terlebih lagi saat ini muncul klaster baru penyebaran Covid-19 yang berasal dari perkantoran. Politisi Partai Demokrat ini pun menyarankan agar penerapan pembagian shif dapat ditambah dan lebih diperketat.

“Klaster perkantoran jadi penyumbang terbesar minggu ini. Nah sebaiknya shif-nya dibagi tiga. Dikurangi mobilitasnya. Dikurangi interaksinya. Kapasitasnya pun jangan separo lagi. Tapi mungkin bisa 30 persen,” pungkasnya.


Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here