net
net

. Ketua Majelis Pendidkan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah Prof Baedhowi, M.Si membantah ikut terlibat dalam evaluasi lanjutan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Saat ini, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah fokus menangani sistem pembelajaran di Sekolah/Madrasah/Pesantren Muhammadiyah selama Pandemi COVID-19.

Meski begitu, Muhammadiyah akan tetap membantu pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya pendidikan di Indonesia, termasuk di lingkungan persarikatan Muhammadiyah.

“Majelis Dikdasmen tidak terlibat untuk Evaluasi lanjutan Program Organisasi Penggerak,” kata Prof Baedhowi dalam pernyataan resminya, Senin (27/7).

Pernyataan itu menanggapi isu yang beredar terkait keterlibatan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dalam evaluasi POP Kemendikbud. Prof Baedhowi menjelaskan, evaluasi POP merupakan urusan internal Kemendikbud.

Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah tidak terlibat dan akan fokus pada peningkatan kualitas guru dan siswa, termasuk penanganan sekolah pada masa pandemi COVID-19. POP Kemendikbud menjadi sorotan masyarakat pascamundurnya Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, LP Ma’arif NU dan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Dalam keterangan resmi masing-masing Organisasi Masyarakat tersebut, terdapat banyak pertimbangan dan catatan hingga akhirnya memutuskan untuk mundur dari Program POP.

Atas desakan publik yang kian besar termasuk dari Komisi X DPR RI, akhirnya Kemendikbud melakukan taklimat media pada Jumat lalu (24/7).

Dalam keterangannya, Mendikbud Nadiem Makarim akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap POP secara intensif selama 3-4 minggu ke depan, dengan melibatkan organisasi masyarakat yang selama ini telah berperan dan berkiprah bagi pendidikan Indonesia.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here