Fenomena aneh muncul. Sejumlah elemen masyarakat, yang mengatasnamakan Masyarakat Nusantara Sehat (MANUSA) dan Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (Frontier) di Pulau Bali, menolak masyarakat dirapid test dan swab untuk memasuki Bali.

Mencermati itu, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Nabil Haroen menyampaikan mengingatkan. Dengan adanya demonstrasi massa tersebut, jangan ada provokasi untuk menolak rapid test dan swab test.

“Jangan ada provokasi untuk tolak tes rapid/swab. Pemerintah harus tegas, agar tidak ada provokasi menolak rapid/swab tes,” ujar Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (27/7).

Menurut dia, adanya provokasi penolakan rapid dan swab test tersebut di tengah masyarakat, akan menimbulkan kegaduhan. Dan dikhawatirkan masyarakat yang benar-benar terkena Cpvid-19 tidak tertangani dengan baik.

“Provokasi ini bahaya karena bisa menganggu masyarakat lain yang selama ini benar-benar terdampak Covid-19, serta sedang sakit dan membutuhkan perawatan,” paparnya.

Gus Nabil, begitu dia akrab disapa, berharap tidak ada lagi provokasi di tengah masyarakat oleh mantan menkes yang membuat gaduh masyarakat.

“Jangan sampai ada person/kelompok yang ingin membuat polemik, dengan isu mantan Menteri Kesehatan, yang memang konteksnya sangat berbeda dengan sekarang,” tutupnya.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here