Sriwijaya FC (SFC) telah sukses meraih dukungan dari empat sponsor besar yaitu Bank SumselBabel (BSB) sebagai sponsor utama kemudian PTBA, PGN serta PT Tel.

Kini klub sepakbola kebanggan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) ini sukses menggandeng sponsor baru dari produsen air mineral Alfa One yang memastikan diri turut mendukung kebutuhan Laskar Wong Kito, julukan SFC, mengarungi Kompetisi Liga 2, yang rencananya dihelat kembali Oktober mendatang.

Kepastian dukungan Alfa One tersebut berdasarkan kesepakatan antara Wakil Direktur Utama PT SOM Hendri Zainuddin dengan Sofyan, selaku owner Alfa One yang dilakukan di Numa Cafe, Sabtu (25/7/2020) malam.

“Alhamdulillah, kita mendapat dukungan lagi, yakni produk minuman Alfa One,” kata Hendri Zainuddin.

Disebutkannya, dalam kesepakatan tersebut Alfa One sepakat untuk memberikan subsidi besar kepada Laskar Wong Kito. Masih menurut Hendri Zainuddin, hal ini tentu sangat membantu meringankan keuangan klub.

“Untuk awal ini, kita dapat diskon besar. Mudah-mudahan ke depan Alfa One jadi sponsor penuh,” sebut pria yang akrab disapa HZ ini.

Ditambahkan HZ, kebutuhan air mineral memang sangat tinggi bagi Laskar Wong Kito. Dalam sehari saja diakuinya, para penggawa Laskar Wong Kito dan tim official lainnya membutuhkan hingga 10 dus air mineral.

“Oleh karenanya, kita menyambut baik setiap bantuan yang diberikan untuk Sriwijaya FC,” paparnya.

Sementara itu dengan bergabungnya Alfa One menjadi sponsorship Sriwijaya FC, terhitung Sriwijaya FC sudah memiliki lima sponsor artinya, para sponsor inilah yang nantinya diharapkan dapat menopang kebutuhan keuangan SFC di musim ini.

“Saat ini terhitung sudah lima sponsor, dan apabila semuanya berjalan dengan baik maka, itu bisa menutupi pengeluaran SFC di musim 2020 ini,”ungkapnya.

Selain itu komitmen dari perusahaan sponsor Sriwijaya FC ini tentu sangat dibutuhkan untuk mengarungi Liga 2 musim 2020 dan, memenuhi pengeluaran baik untuk membayar gaji pemain dan operasional tim selama semusim penuh.

Untuk gaji pemain, seperti diketahui manajemen akan mengambil angka tertinggi, yakni 60 persen dari kontrak sesuai dengan regulasi atau aturan main dari PSSI.

“Untuk gaji kita memang ikut apa yang telah diusung PSSI dengan persentase yang lebih besar, misalnya kalau gaji pemain sebulan Rp100 juta, saat Liga 2 bergulir lagi nanti akan menerima Rp60 juta. Begitu perhitungannya,” pungkas HZ.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here