Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir terkenal dengan kerajiran perhiasan emas dan perak. Para pengerajin di daerah ini menekuni usaha mereka secara turun temurun. Sayangnya kerajinan emas dan perak dari Tanjung Batu belum begitu terkenal.

Sehubungan hal itu, Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel bersama Wakil Hj Fauziah Mawardi, melaksanakan kunjungan dan pembinaan ke sentra industri perak Global Silver milik pengerajin Meru di Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Feby Deru mengungkapkan keinginannya untuk menggandeng para pengrajin perak, dan menjalin kerjasama. Tujuannya kerajinan perak khas Sumsel ini lebih dikenal dan pasarnya lebih luas.

“Di sini (Tanjung Batu) kan banyak pengrajin emas dan perak yang membuat perhiasan dan aksesoris. Ini banyak motifnya bagus dan indah. Kita ingin agar pengrajin membuat motif khas Sumsel,” ujarnya.

Dikatakan Feby, motif perhiasan yang dibuat cukup bervariasi seperti perhiasan pada umumnya. Namun begitu, motif khas Sumsel harus diproduksi.

“Kita ingin motif khas Sumsel diangkat ke pasaran. Misalnya motif pending, bisa digunakan sebagai ikat pinggang atau dijadikan bros. Terus ada juga gelang motif sempurun. Nantinya kan bisa dimodifikasi dari motif lama dengan motif baru, tentu akan lebih unik”, terangnya.

Ada juga motif lain seperti tapak jajo dan bulan sabit yang digunakan sebagai perhiasan dan aksesoris dengan bahan berlapis emas, kuningan, tembaga, atau perak.

“Jadi nanti Dekranasda Sumsel bersama pengrajin perak Tanjung Batu berkreasi menciptakan perhiasan dan aksesoris motif khas Sumsel, tidak hanya dipakai saat acara tertentu, tapi kerajinan perak yang bisa digunakan sehari-hari”, jelasnya.

Untuk stimulan bagi pengrajin perak, diungkapkan Feby, telah dilakukan Dekranasda Sumsel melalui peningkatan skill pengrajin dengan memberikan pelatihan-pelatihan mendatangkan pelatih dari pulau Jawa.

“Bagaimana menyepuh dan menghaluskan perhiasan supaya lebih rapi juga indah, ini diberikan pelatihan bagi mereka”, pungkasnya.

Tak hanya itu, Feby menyebutkan, supaya bisa menjangkau pangsa pasar lebih luas, Dekranasda Sumsel juga melibatkan pengrajin dalam pameran seni kriya.

Sementara itu Meru menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta pembinaan oleh Ketua Dekranasda Sumsel dan Wakil Ketua Dekranasda Sumsel.

Dia mengatakan tingkat kerapian bentuk dari hasil kerajinan perak yang dihasilkannya bisa diadu dan tak kalah saing dari perhiasan emas pada umumnya.

“Motifnya kami buat ada yang seperti perhiasan emas di pasaran. Ada juga motif emas Dubai, atau motif berdasarkan pesanan pembeli”, tutur pria 43 tahun itu.

Usaha kerajinan perak ditekuni Meru turun temurun dari keluarganya. Ia sendiri adalah generasi ketiga yang menjalankan usaha kerajinan perak.

“Bahan bakunya kami dapatkan dari tambang di daerah Rejang Lebong, Bengkulu. Sedangkan pembeli kami, selain dari Sumsel, Alhamdulillah ada juga dari Kepahyang, Lampung, dan Medan”, ucapnya.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here