Tragedi cinta berdarah bukan saja cerita sinetron. Di kehidupan nyata, cerita itu benar-benar terjadi. Peristiwa itu menimpa Os, perempuan warga Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, KabupatenOgan Komering Ulu (OKU).

Peristiwa memilukan itu terjadi, Senin (13/7/2020) malam, di rumah OS di Desa Lubuk Batang Lama. Enjan, pria yang baru saja bebas melalui asimilasi, nekat membacok sang pujaan hati. Diduga karena OS menolak cintanya.

Selain OS, Enjan dengan brutalnya membacok Ad, adik OS lantaran hendak menolong OS yang menjadi korban kekejamamnya. Akibatnya, sejumlah luka bacok dialami Ad. Di antaranya di kepala dan bahu. OS sendiri mengalami luka di jari tangan.

Pembacokan terjadi saat orangtua korban tidak ada di rumah.

Kades Lubuk Batang Lama, Jusimani dikonfirmasi membenarkan adanya aksi berdarah tersebut.

“Kejadiannya dilatarbelakangi masalah hubungan asmara. Menurut informasi yang diterima, pelaku sudah lama menaruh rasa suka terhadap korban. Namun korban selalu menolak ketika rasa cinta pelaku,” ujar Jusimani, Selasa (14/7/2020).

Tahun lalu, pelaku pernah mengungkapkan rasa cintanya kepada korban di tempat kerjanya di Puskesdes Belatung, Kecamatan Lubuk Batang. Namun korban menolak.

Karena penolakan itu, sambung Jus, pelaku naik pitam. Pelaku mengancam korban dengan pisau. Namun aksi itu dihalangi masyarakat sekitar.

“Pelaku malah mau menusuk warga yang melerai tersebut hingga akhirnya pelaku ditangkap dan dipenjara selama satu tahun,” lanjut Jus.

Pelaku baru 2 minggu bebas melalui asimilasi. Kemudian pelaku yang masih memendam rasa cinta, kembali mengutarakan saat berkunjung ke rumah OS. Tapi sayangnya, lagi-lagi korban menolak.

Pelaku yang diduga telah menyiapkan segala sesuatunya, segera beraksi ketika cintanya kembali ditolak. Pelaku lantas mencabut senjata tajamnya dan membacok korban hingga menyebabkan luka di bagian jari tangannya.

“Melihat kejadian itu, AD adik korban pun berniat menolong kakaknya. Namun malah ia juga menjadi korban kebrutalan Enjan,” urainya.

Usai melakukan pembacokan ,jelas Jus, pelaku melarikan diri dan sempat dikejar warga setempat.

“Warga sempat mengejar pelaku. Namun pelaku masih sempat lolos dan berhasil kabur. Lalu kita bawa korban ke rumah sakit di Baturaja,” jelasnya.

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK.MH melalui Kapolsek Lubuk Batang AKP Ujang Abdul Azis dikonfirmasi membenarkan kejadian pembacokan yang dilakukan Enjan.

“Memang benar telah terjadi peristiwa pembacokan. Pelakunya adalah warga Desa Lubuk Batang Lama yang baru bebas melalui asimilasi. Namun untuk laporan, korban sudah melaporkan kejadian ini ke Polres OKU,” pungkas AKP Ujang. [ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here