ilustrasi
ilustrasi

. Dari Rp200 miliar yang dianggarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mendapat Rp3,3 miliar untuk penanganan virus yang berasal dari Wuhan China tersebut.

Kepala Subbagian (Kasubbag) Dinkes Palembang, Novi Herlina menerangkan, dari dana penanganan Covid-19 yang diterima selama pandemi ini, baru 35% anggaran yang terserap.

“Baru 35% yang terserap, itu untuk pembelian APD, masker N-95, cairan disinfektan dan lainnya,” ungkapnya.

Herlina menerangkan, baru terserapnya anggaran kurang dari 50% ini, karena Dinkes banyak memanfaatkan bantuan dan donasi dari berbagai pihak, sejak awal penanganan kesehatan Covid-19 dilaksanakan.

Dimana, sebagian realisasi menggunakan dana BTT (belanja tak terduga) yang dianggarkan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kalau stok dari donasi habis baru kita belanja. Karena cukup banyak donasi yang diberikan terutama untuk APD, masker dan cairan disinfektan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Palembang, Zulkarnain menerangkan, dari penganggaran yang dilakukan Pemkot Palembang sebesar Rp200 miliar, yang sudah tersalurkan sekitar Rp25 miliar lebih.

“Yang sudah tersalurkan sekitar Rp25 miliar lebih. Terbagi Rp15,5 miliar untuk bidang kesehatan, Rp9,2 miliar untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS), dan dampak ekonomi sebesar Rp600 juta,” terangnya.

Zulkarnain menerangkan, ada dua kali penganggaran, pertama Rp200 miliar dan kemudian meningkat sebesar Rp480 miliar. Hanya saja tambahan sebesar Rp280 miliar dari pusat itu belum turun, karena Pemkot masih harus menyesuaikan APBD tahun 2020.

Dalam perinciannya, anggaran turun pada tahap pertama sebesar Rp200 miliar. Dana berasal dari refocusing sebesar Rp39 miliar dengan realokasi pemanfaatan dana BTT senilai Rp161 miliar.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here