Meskipun telah melakukan prosesi yudisium secara online, mahasiswa di Sumatera Selatan (Sumsel) umumnya menolak pelaksanaan wisuda dalam jaringan (daring) tersebut sebagai seremonial berakhirnya masa perkuliahan.

Salah satunya di Universitas Bina Darma (UBD) Palembang. Beberapa mahasiswa mendukung, namun tidak sedikit juga yang menolak wisuda dilakukan secara online karena saat ini masih ada Pandemi Covid-19.

Wakil Rektor Bidang Akademi Riset Teknologi dan Kemahasiswaan Alumni (ARTIKA) UBD Palembang Muhammad Izman Herdiansyah mengatakan, untuk melaksanakan wisuda online membutuhkan banyak pertimbangan baik dari sisi mahasiswa maupun akademisi.

“Adanya masukkan dari mahasiswa yang kurang menyetujui, kemudian beberapa program studi (prodi) dari fakultas juga tidak menginginkannya. Jadi tidak kita lakukan dan menunggu arahan pusat selanjutnya,” kata Izman, Kamis (25/6/2020).

Dikatakanya, sebanyak 520 calon wisudawan UBD Palembang, semestinya sudah pakai toga pada April lalu. Namun efek pandemi Covi-19, kemungkinan bulan Oktober baru akan dilakukan wisuda serentak. Karena dalam setahun kampus melaksanakan dua kali gelaran seremonial.

“Bagi yang mau wisuda Oktober silakan, yang tidak juga diperbolehkan. Karena mayoritas mahasiswa lebih dari 50 persen asal daerah dan kebanyakan sudah bekerja ke luar kota. Paling penting hak mereka urusan transkip nilai dan lain-lain sudah selesai,” terangnya.

Walaupun belum melaksanakan wisuda, para mahasiswa yang telah mendapatkan gelar dipersilakan untuk mengambil ijazah terlebih dahulu sesudah melakukan yudisium secara online.

“Yudisium online pakai server kampus, kebetulan fasilitas kami memadai karena sejak 2014 kita sudah e-learning yang mulai uji coba pada tahun 2010. Aktivitas pendidikan jarak jauh (PJJ) sudah lama diterapkan,” jelasnya.

Sementara itu pembelajaran melalui e-learning, menurutnya secara teori ada dua. Pertama banyak jurnal telah mengunakan online dan hal tersebut lebih maksimal, daripada belajar langsung.

Kedua, tentu dikaitkan dengan perkembangan teknologi, justru ini menyadarkan bahwa penggunaan pembelajaran dengan internet tidak bisa dihindari.

“Mau tidak mau, mahasiswa dan dosen harus beradaptasi dengan teknologi, kedepan ini akan menjadi tren,” pungkasnya.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here