Selama bertahuh-tahun Wartini (90) tidur hanya di atas papan yang rapuh, berselimut kain bekas dan dinginnya malam.

Perempuan lanjut usia (lansia) ini ditemukan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda di Lorong Cianjur, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Wartini tinggal di sebuah gubuk liar sendirian. Gubuknya berdiri di atas saluran air, yang sewaktu-waktu bisa terbawa arus sehingga mengancam keselamatan dan bahkan nyawanya.

“Sungguh memprihatinkan, tinggal sebatang kara dan di tempat yang tidak layak,” ungkapnya Wakil Walikota, Kamis (28/5/2020).

Fitri mengungkapkan, bertahun-tahun Wartini sudah tinggal di gubuk tersebut. Tidak ada sanak dan keluarga.

“Kalau dari cerita warga, karena tidak memiliki tempat tinggal, akhirnya dibuat gubuk sebagai tempat tinggal,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Fitri pun mengambil inisiatif untuk membawa Wartini ke panti jompo. Karena, jika tetap tinggal digubuknya dikhawatirkan akan mengancaman jiwa Nenek Wartini. Yaitu jika sewaktu-waktu terjadi luapan drainase.

“Sangat berbahaya jika Nenek Wartini tetap tinggal di sana. Karena dalam sekejap bisa merobohkan bangunan, yang hanta bertiang sealakadarnya itu,” tuturnya.

Fitri mengatakan, akan lebih aman jika Wartini tinggal di panti jompo. Selain lebih nyaman dan aman, ada yang merawat serta untuk makan sehari-harinya bisa terjamin,” tegasnya.

“Saya minta gubuk itu dibongkar, karena menyalahi aturan dibangun di atas saluran air. Bisa menghambat air yang mengalir, kasihan warga yang lainnya jika terjadi genangan air, akibat tersumbat bangunan itu,” tandasnya.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here