Di tengah larangan mudik, tetap saja ramai orang bepergian. Buktinya hingga Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah kemarin, Minggu (24/5/2020), sudah 310 ribu kendaraan yang melintsi Jalan Tol Trans Sumatera.

Hal itu pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Hutama Harya sejak seminggu sebelum Lebaran, baik JTTS yang sudah beroperasi penuh ataupun yang fungsional. Angka ini merupakan akumulasi arus kendaraan yang masuk dan keluar JTTS melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).

Kemudian GT Kayu Agung di Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka). Adapula di GT Palembang dan GT Indralaya di Ruas Tol Palembang-Indralaya (Palindra). Serta GT Binjai dan GT Helvetia di ruas tol Medan-Binjai (Mebi), dan GT Pekanbaru di ruas tol Pekanbaru-Dumai (Permai) Seksi 1.

Peningkatan volume kendaraan paling signifikan di JTTS terjadi pada Senin (18/5) silam. Di mana, ada sebanyak 45.980 kendaraan yang melintas di JTTS. Angka ini meningkat 10.431 kendaraan dibandingkan dengan hari sebelumnya yakni hanya 35.549 kendaraan saja.

Peningkatan itu menjadi yang paling signifikan dalam seminggu menjelang lebaran, dimana peningkatan volume kendaraan di JTTS per harinya rata-rata hanya sekitar 1.000 hingga 2.000 kendaraan per hari.

Sementara itu, mendekati hari-H lebaran justru terjadi penurunan volume kendaraan yang cukup signifikan di JTTS. Tepatnya pada Sabtu (23/5) lalu, kendaraan yang melintas di JTTS hanya 24.454 kendaraan, berkurang 12.608 kendaraan dibandingkan hari sebelumnya yaitu 37.062 kendaraan.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J. Aries Dewantoro mengatakan, meski peningkatan volume kendaraan di JTTS beberapa hari sebelum lebaran tidak sebanding dengan periode yang sama pada momen lebaran tahun 2019 lalu, alias menurun.

“Tahun lalu dalam kondisi normal total kendaraan yang melintas di JTTS mulai seminggu hingga hari H lebaran adalah 535.138 kendaraan. Jumlah tersebut masih dalam kondisi tol Terpeka fungsional dan tol Pekdum Seksi 1 belum difungsionalkan,” ujar Aries dalam siaran pers yang diterima Senin (25/5/2020).

Adapun faktor penurunan tersebut, jelasnya, merupakan salah satu dampak pandemik Covid-19 dan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik menjelang lebaran. Karena itu Hutama Karya melakukan persiapan yang berbeda untuk tahun ini.

Persiapan kali ini lebih mengutamakan aspek protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Dalam hal ini, Hutama Karya bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk memperketat Penyekatan di beberapa ruas tol yang dikelolanya.

“Dari pantauan kami, hingga hari Sabtu (23/5) lalu, tercatat total ada 561 dari 10.434 kendaraan yang tidak lolos aturan saaat diperiksa di check point dan pos penyekatan di GT Bakauheni Selatan tol Bakter dan GT Kayu Agung tol Terpeka,” jelas Aries.

Adapum untuk sanksi yang harus diberikan kepada kendaraan yang tidak lolos aturan tersebut adalah diputarbalikan ke daerah asalnya. [ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here