Gubernur H Herman Deru menjadi narasumber pada Video Confrence dengan tema “Episentrum Covid-19 Bergeser ke Luar Jakarta, Bagaimana Kesiapan Daerah” di Live Youtube iNews, Senin (4/5/2020).

Selain Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) narasumber lainnya adalah Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, CEO Alvara Research Hassanuddin Ali dan Pakar Kesehatan Masyarakat Griffith University Australia Febi Dwirahmadi serta bertindak selaku Host Latief Siregar yang merupakan Jurnalis iNews.id.

Host melemparkan beberapa pertanyaan di antaranya ada kenaikan begitu cepat sebanyak 29 orang positif di Sumsel dan juga pertanyaan mengenai pengajuan PSBB bagi Provinsi Sumsel.

Gubernur mengatakan di Provinsi Sumsel yang positif corona sudah sebanyak 185 orang, dan ada penambahan yang begitu cepat sebanyak 29 orang.

“Kalau kita bicara kemarin semua orang menjadi terkejut karena ada 29 positif covid-19 dan ini kenaikan yang mendadak, tadinya kenaikan itu hanya pada angka-angka di bawah angka 10,”katanya.

Gubernur kembali mengingatkan semua orang untuk tidak terkejut ada kenaikan yang drastis. Karena belakangan ini dirinya mengaku telah menginstrusikan kepada seluruh Gugus Tugas Covid19 di Kabupaten/Kota se Sumsel, untuk lebih aktif dan agresif memeriksa Swab.

“Jadi jangan terkejut jika ada kenaikan yang drastis. Karena saya instuksikan kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota untuk aktif dan agresif memeriksa Swab. Karena ada beberpa kali kejadian rapid test itu kurang. Ada yang positif di rapid test tapi ternyata negatif di laboratorium, begitu juga sebaliknya. Maka saya tekankan rapid test itu tetap digunakan seikhlasnya orang mau berapa diperiksa, tetapi kepada Faskes saya instruksikan untuk setiap ada indikasi itu Swab dan bawa ke laboratorium,”ungkapnya.

Dia juga menyebutkan animo masyarakat Sumsel untuk melakukan test di faskes itu luar biasa, artinya kesadaran diri masyarakat luar biasa untuk diperiksa.

“Ini animo yang tinggi dari masyarakat, jadi kita harus hormati juga. Jadi masyarakat ini bukan karena mereka ditemukan tapi animo. Mereka kesadaran sendiri datang ke Faskes untuk diperiksa meskipun OTG. Ini juga yang membuat saya bangga,”katanya.

Di samping itu, kasus di Sumsel dengan tingkat kematian yang rendah, artinya dari ribuan ODP sampai dengan selesai di karantina, itu hanya 4 yang meninggal di Sumsel.

“Artinya sering saya sampaikan kepada masyarakat kita harus optimis karena corona ini bisa disembuhkan. Virus ini yang rawan adalah orang-orang yang punya penyakit bawakan,”ungkapnya.

“Jadi ada 3 kita kelompokkan, positif berat komplikasi, positif berat, positif dengan gejala ringan bahkan tanpa gejala,”sambung HD.

Diakhir perbincangan tersebut, Latief Siregar tak lupa menanyakan soal Provinsi Sumsel apakah sudah mengajukan PSBB, dan itu daerah mana saja.

Gubernur mengatakan, dua yang mengajukan PSBB yaitu Kota Palembang dan Kota Prabumulih.

“Hari saya terima, ada dua yang mengajukan PSBB yaitu Kota Palembang dan Kota Prabumulih. Saya sudah instruksikan ke Sekda tadi untuk menganalisa, syaratnya untuk mengajukan ke Kemenkes sudah terpenuhi belum, Jika terpunuhi saya lanjutkan,”tutup Gubernur.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here