Dr Achmad Yurianto/net
Dr Achmad Yurianto/net

Sungguh mencemaskan. Angka kematian karena virus corona atau Covid-19 berdasarkan data, hari ini melonjak tinggi. Jumlahnya mencapai 20 kasus. Jika dibanding dengan data sebelumnya, yakni pada Rabu (25/3) kemarin, timpang jauh.

Kemarin tercatat, penambahannya hanya sebanyak 3 kasus kematian. Tapi itu hanya pertambahan. Karena jika diakumulasi dari hari pertama kasus corona mewabah di Indonesia, angkanya tentu sudah cukup banyak, yakni hingga Kamis (26/3) hari ini sudah sebanyak 78 kasus kematian.

Namun, angka kematian yang cukup tinggi pada hari ini menjadi pertanyaan. Apa penyebabnya? Apakah karena pasien yang meninggal berusia renta, alias lebih dari 50 tahun ke atas? Atau karena faktor penyakit bawaan yang ada di pasien yang meninggal

Pertanyaan-pertanyaan itu yang kemudian Kantor Berita Politik RMOL tanyakan kepada Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona Achmad Yurianto.

Melalui aplikasi pesan singkat, Achmad Yurianto menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dia menyampaikan, bahwa lonjakan angka kematian yang terjadi hari ini lantaran kasus kematian 3 hari yang lalu baru dilaporkan hari ini.

“Data RS (rumah sakit) 3 hari terakumulasi di hari ini,” jawab Achmad Yurianto singkat, pada Kamis sore (26/3).

Lebih lanjut, dia pun mengkonfirmasi, data yang baru dilaporkan itu berasal dari RS yang ada di wilayah DKI Jakarta. Sebab tambahan kasus negatif di daerah lainnya, seperti Jabar (1 kasus), Jateng (2 kasus) dan Jatim (2 kasus), merupakan updating data hari ini.

“Hanya DKI yang numpuk (datanya) 3 hari,” tegas Achmad Yurianto.

Akan tetapi saat ditanya mengapa data yang ada di DKI Jakarta itu terlambat disampaikan, Achmad Yurianto kembali menjawab secara singkat.

“Data baru terakumulasi dari RS sore kemarin dan pagi tadi,” demikian Achmad Yurianto.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here