Semua rakyat Indonesia harus waspada dan mematuhi anjuran Pemerintah, guna memutus rantai penyebaran virus corona baru 2019 (Covid-19). Sebab angka terinfeksi dan kematian hari ini mencapai yang tertinggi.

Diumumkan Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto, angka kematian telah mecapai 78 orang. Jumlahnya melonjak, karena terdapat tambahan kasus kematian baru sebanyak 20 orang.

Dari total jumlah tersebut, terdapat 4 daerah yang angka kematiannya cukup tinggi. Ironisnya, keempat daerah ini merupakan provinsi utama yang ada di Indonesia. Apa saja daerah tersebut?

Berdasarkan rekapitulasi yang dihimpun Redaksi Kantor Berita Politik RMOL dari data yang dipaparkan Achmad Yurianto sore ini, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim), adalah daerah yang angka kematiannya tertinggi. Misalnya di DKI Jakarta.

Hingga Rabu (25/3) kemarin, jumlah kematian karena corona sudah mencapai 31 orang. Jika ditambah update data kematian hari ini yang sebanyak 15 orang, maka totalnya 46 kasus kematian.

Sementara di Jawa Barat, angka kematian sampai hari ini sudah mencapai 11 orang. Angka ini didapat dari akumulasi data kemarin yang sudah sebanyak 10 orang, ditambah data hari ini, ada satu orang yang meninggal.

Untuk daerah dengan angka kematian terbanyak ketiga ada di Jateng, total pertambahannya dari kemarin yang sebanyak 4 kasus, ditambah hari ini 2 kasus, totalnya 6 kasus kematian.

Kemudian daerah terakhir adalah Jatim, yang jumlahnya mencapai 3 kasus kematian. Karena pada hari ini terjadi pertambahan 2 kasus, dari sebelumnya 1 kasus. Untuk daerah lainnya yang sudah memiliki kasus kematian, tapi tidak ada pertambahan pada hari ini adalah, Bali (2 kasus), Banten (4 kasus), DIY (2 kasus), Kepulauan Riau (1 kasus), Sumatera Selatan (1 kasus), Sumatera Utara (1 kasus), dan Sulawesi Selatan (1 kasus).

Namun, mengapa jumlah kasus kematian hari ini melonjak pesat? Kantor Berita Politik RMOL tengah mengkonfirmasi kembali kepada Jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Sebab pada jumpa pers yang digelar di Gedung Garaha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur, sore tadi, tidak ada seai tanya jawab untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Sampai saat ini, Achmad Yurianto masih terus dihubungi oleh wartawan.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here