. Berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau akan dimulai awal April atau Mei ini. Namun untuk wilayah Sumatera Selatan, hujan masih akan bulan Juli mendatang.

Berdasarkan penjelasan dari BMKG, seiring posisi Matahari yang berada di ekuator yang secara meteorologi merupakan salah satu indikasi aktifnya Musim Peralihan di wilayah Sumsel. Hal ini ditandai dengan pertemuan Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air (basah) dan Angin Muson Australia (Muson Timur) yang relatif kering di wilayah Indonesia pada umumnya dan wilayah Sumsel pada khususnya.

Hal ini mengakibatkan peningkatan hujan yang berkarakteristik lokal (sporadis), arah dan kecepatan angin yang relatif variabel (berubah-berubah) dan peningkatan intensitas petir yang umumnya terjadi pada siang-sore hari sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari.

Secara Lokal, akibat pemanasan Matahari di atas Ekuator mengakibatkan perbedaan suhu yang signifikan menjelang siang hari dan perbedaan karakteristik antara permukaan yang tertutup (aspal, bangunan) dengan permukaan terbuka (tanah, rawa) menyebabkan perbedaan tekanan dan suhu di permukaan yang apabila terjadi Hujan pada siang-sore hari dapat berpotensi disertai Angin Kencang.

sedang pertumbuhan awan hujan yang relatif rendah pada daerah dataran tinggi (Sumsel bagian Barat) berpotensi peningkatan intensitas petir.

Berdasarkan kondisi regional dan lokal ini akan menyebabkan hujan lokal yang sporadis disertai petir dan angin Kencang di wilayah Sumsel bagian Barat seperti pada wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Empat Lawang, Lahat. Kemudian Kabupaten Muratara, Muba, PALI, Kota Pagaralam dan Kabupaten Muara Enim.

Selain itu pada wilayah Kota Prabumulih, Banyuasin, Kota Palembang, OKI, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU dan OKU Selatan.

Kondisi ini berlangsung hingga memasuki awal musim kemarau Mei-Juli 2020.

Kami menghimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada serta berhati-hati saat hujan dalam beraktifitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon. Tidak berada di tanah lapang dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari,” terang Bambang Beni dari BMKG.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here