Ternyata, hanya di Indonesia orang bisa nyinyir mengkritik Pemerintah soal penanganan virus corona baru 2019 (covid-19). Sebab di negara tetangga yaitu Kamboja, belasan orang diciduk aparat gara-gara menyampaikan kritik.

Demikian yang disampaikan oleh Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di Amerika Serikat pada Selasa (24/3).

HRW mengungkapkan sebanyak 17 orang telah ditangkap sejak akhir Januari karena menyebarkan informasi mengenai virus corona atau Covid-19 di kamboja, empat di antaranya anggota dari partai oposisi, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang saat ini sudah dibubarkan.

Menurut HRW, mereka dituduh telah melakukan pelanggaran hukum pidana di antaranya adalah penghasutan, konspirasi, dan penyebaran informasi palsu. Dari 17 orang yang ditangkap, ada seorang gadis berusia 14 tahun yang mengunggah kekhawatirannya di media sosial mengenai rumor virus corona di sekolahnya.

HRW juga manyatakan, sebanyak 12 orang telah dibebaskan setelah menandatangani janji untuk tidak menyebarkan “berita palsu” dan meminta maaf.

“Pemerintah Kamboja menyalahgunakan wabah Covid-19 untuk menahan aktivis oposisi dan lainnya yang menyatakan keprihatinan tentang virus dan respons pemerintah,” ujar Wakil Direktur HRW cabang Asia, Phil Robertson.

“Sungguh menakutkan bahwa selama krisis nasional, Pemerintah Kamboja tampaknya lebih tertarik membungkam kritik online daripada melakukan kampanye informasi publik Covid-19 yang masif,” lanjutnya seperti dimuat Reuters.

Sementara itu, Juru Bicara Pemeirntah Phay Siphan sendiri menyanggah pernyataan HRW. Ia mengatakan memang terjadi beberapa penangkapan, namun hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti adanya informasi palsu tentang virus corona.

“(Informasi itu) mengganggu dan berbahaya bagi orang-orang, dan telah membuat orang panik juga mempengaruhi keamanan nasional,” katanya.

Data dari Johns Hopkins pada Selasa (24/3) menunjukkan, Kamboja memiliki jumlah kasus corona sebanyak 87 orang dengan 2 di antaranya telah pulih.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here