Pemerintah tengah menyiapkan obat dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara untuk mengobati virus corona. Obat itu adalah Avigan yang memiliki nama lain Favipiravir serta Chloroquine.

Avigan telah melewati penelitian klinis di China untuk mengobati pasien COVID-19. Hasilnya, Avigan tidak menunjukkan reaksi merugikan dalam uji klinis, bahkan pasien yang menerima pengobatan menjadi negatif COVID-19 dalam waktu yang lebih singkat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan mendatangkan 5 ribu Avigan.

“Avigan akan kita coba. Dan dalam proses pemesanan (sejumlah) 2 juta. Kemudian yang kedua, Chloroquine ini kita telah siap 3 juta. Kecepatan ini yang ingin saya sampaikan bahwa kita ini tidak diam tetapi mencari hal-hal, informasi-informasi, agar dapat menyelesaikan Covid-19 ini,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (20/3).

Obat itu nantinya akan diantar ke rumah sakit dan rumah pasien corona.

“Obat tersebut akan sampai kepada pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan yang terinfeksi,” ujar Jokowi.

Avigan atau Favipiravir telah melalui uji klinis dan dilakukan pada 200 pasien di rumah sakit Wuhan dan Shenzen, saat wabah virus corona mulai merebak di China. Zhang Xinmin, seorang pejabat di kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi China, mengatakan favipiravir memberikan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 340 pasien.

“Pasien yang diberi obat di Shenzhen berubah status menjadi negatif setelah rata-rata empat hari setelah menjadi positif, dibandingkan dengan rata-rata 11 hari untuk mereka yang tidak diobati dengan obat,” mengutip tayangan NHK.

Selain itu, sinar-X mengkonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru pada sekitar 91 persen pasien yang diobati dengan favipiravir, dibandingkan dengan 62 persen atau mereka yang tidak menggunakan obat. Hasil penelitian keduanya menunjukkan bahwa pasien yang menerima obat favipiravir teruji negatif dalam waktu singkat, dan gejala pneumonia sangat berkurang.

Hingga kini, obat Avigan masih terus dikembangkan. Para ilmuwan juga tengah menunggu hak paten obat tersebut agar bisa mengembangkan obat generiknya.[ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here