Juru Bicara Satgas Penanganan Corona Virus Desease 2019 (covid-19) Sumatera Selatan Yusri menegaskan, mahasiswi tamu asal Belanda berinisial MJH yang melakukan belajar singkat di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) tidak termasuk dalam kriteria Pasien dalam Pengawasan (pdp). Kepastian itu didapat setelah MJH menjalani spesimen yang dilakukan pihak berwenang.

MJH yang menjalani belajar singkat selama dua bulan di FK Unsri dikabarkan suspect corona, setelah orangtuanya disebut-sebut positif covid-19 usai berkunjung ke Palembang.

Yusri mengatakan, 26 Februari 2020 orangtua MJH datang dan menginap di Palembang hingga akhirnya pulang kembali ke Belanda pada 3 Maret 2020.

“Orangtua yang bersangkutan berada di Palembang kurang lebih enam hari. Lalu dari informasi yang kita terima, ibu MJH di Belanda menderita covid. Dan info awal positif,” kata Yusri, Rabu (18/3/2020).

Berdasarkan informasi itu, satgas penanganan covid – 19 langsung merespon cepat dan melakukan tindakan sesuai SOP. Dimana berdasarkan SOP, seseorang yang tanpa gejala namun melakukan kontak langsung dengan penderita positif covid-19 akan masuk dalam kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Kita langsung ambil spesimen. Setelah kita hitung, kontak terakhir dengan MJH pada tanggal 3 Maret dan kemarin tepat 14 hari dan tidak ada masalah artinya ini secara SOP selesai,” tuturnya.

Sementara dari informasi bahwa saat tiba di Belanda orangtua MJH hanya dinyatakan mengalami flu ringan oleh tenaga medis di Belanda.

“Kalau di Belanda orang yang tidak mengalami flu berat, maka tidak diambil spesimen. Artinya orangtua MJH masuk dalam kategori ODP dan orang yang kontak langsung dengan ODP tidak ada kriterianya. Oleh sebab itu, kita pastikan MJH ini sehat dan orangtuanya hanya masuk dalam kategori ODP,” tegasnya.

Gerak cepat penanganan itu diketahui sesuai dengan arahan Gubernur h Herman Deru, yang menekankan agar Satgas Penanganan Covid – 19 bekerja guna pencegahan covid-19 masuk ke Sumsel.

Sementara itu Wakil Dekan III Alumni dan Kemahasiswaan FK Unsri Dr dr Irfanuddin mengatakan, MJH merupakan salah satu mahasiswi universitas di Belanda yang menjalani belajar singkat di FK Unsri. Program belajar singkat ini memang salah satu kerjasama antar negara.

“Kita memang rutin menerima mahasiswa luar negeri yang melakukan belajar singkat di Unsri. Program ini dilakukan 7-8 minggu. MJH ini salah satunya,” kata Irfanuddin.

Saat ini, lanjutnya, MJH masih mejalani belajar singkat di FK Unsri.

“Tentu masih menjalani kegiatan belajar mengajar di FK Unsri, yang bersangkutan sehat. Memang saat ini masih terus dipantau,” paparnya.

Hanya saja, saat ini pihak kampus menerapkan sistem belajar di rumah kepada seluruh mahasiswanya untuk mengantisipasi terpapar virus corona.

Penerapan sistem belajar jarak jauh itu dimulai sejak Selasa (17/3) kemarin selama hingga dua pekan kedepan.

Selama dua pekan, sistem belajar dari rumah tersebut akan dilakukan evaluasi oleh pihak kampus.

“Kami mendapatkan arahan dari fakultas untuk menjaga kesehatan mahasiswa yang paling rentan ketemu pasien di rumah sakit dalam hal ini Koas. Sehingga dilakukan protap belajar jarak jauh,” bebernya

Meskipun menerapkan sistem belajar jarak jauh, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsri dilarang keluar kota. Bahkan pihak kampus akan memberikan sanksi berat kepada mahasiswa jika kedapatan berada di luar kota.

“Sesuai arahan satgas Covid-19 kami sanksi mereka (mahasiswa) yang datang ke daerah terjangkit,” ujarnya.[rel/ida]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here