ilustrasi
ilustrasi

. Nicholas Handy Biantoro bukan guru yang pantas ditiru. Nicholas yang seharusnya memberikan contoh baik justru tega mencabuli delapan muridnya.

Guru sekolah dasar (SD) di Surabaya, Jawa Timur, itu melakukan perbuatan terlarang di rumahnya di Perumahan Nirwana Eksekutif.

Delapan dari korban Nicholas adalah siswa, sedangkan sisanya merupakan siswi. Mereka masih duduk di bangku kelas tiga hingga lima.

Nicholas menggunakan modus mengajak para korban ke rumahnya. Dia beralasan ingin membersihkan badan korban.

Setelah itu Nicholas memandikan murid-muridnya. Namun, itu hanya kedok. Sebab, dia juga sambil melakukan perbuatan terlarang.

Selanjutnya Nicholas meminta para korban berbaring di kamar. Dia lantas memeriksa korban menggunakan stetoskop.

Akan tetapi, itu juga modus. Nicholas kembali melakukan perbuatan tidak terpuji kepada murid-muridnya.

Ulah Nicholas terbongkar setelah salah satu korban mengadu kepada orang tua. Orang tua korban lantas melapor ke pihak berwajib.

Petugas turun tangan. Nicholas ditangkap oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nicholas melakukan perbuatan terlarang mulai November 2019 hingga pertengahan Februari 2020.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ardian Satrio Utomo mengaku masih mendalami kasus itu terkait kemungkinan adanya korban lain.

“Tersangka sudah dikeluarkan dari sekolah tempatnya mengajar,” terang Ardian.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here